وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ





Musyawarah Kerja DPC PKS Gunung Putri

GNP NEWS. Setelah terbentuk kepengurusan baru melalui Pemilu Internal, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera Gunung Putri mengadakan agenda pertamanya yaitu Musyawarah Kerja 2015. Yang menandakan dimulainya aktifitas dakwah DPC tersebut dibawah pimpinan Achmad Fathoni sebagai ketuanya.

Muker yang diselenggarakan pada hari Kamis 14 Mei 2015 bertempat di Aula Masjid Darussalam Kota Wisata ini dihadiri  sekitar 50 orang yang terdiri dari para Pengurus DPC yang baru, para Ketua Ranting (DPRa) dan Pengurus DPD Kabupaten Bogor. 


Acara yang dimulai pada pk. 08.45 wib oleh MC, Mustaqim dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Bayu Setiyono sebagai wujud kecintaan tanah air oleh para kader Partai berlambang padi diapit bulan sabit kembar.

Mengawali sambutannya, Ketua DPC Achmad Fathoni mengucapkan selamat kepada para Ketua DPRa yang baru terpilih dan meminta segera mengadakan Musyawarah Ranting untuk penyusunan program kerja. 
Ahmad Fathoni mengingatkan, saat ditunjuk menjadi ketua DPRa ataupun lainnya, janganlah kondisi ekonomi menjadi kendala dakwah kita namun diharapkan dakwah dapat mensupport ekonomi kader.

Ketua DPC berharap antara DPRa dan DPC saling menguatkan. Posisi Kepala Desa minimal  3 orang per desa dapat diraih kader Kecamatan Gunung Putri, harapannya.


Acara selanjutnya pelantikan 10 Ketua DPRa se-Gunung Putri. Pembacaan Surat Keputusan dan pengucapan ikrar dipimpin Ustadz Sugiyanto sebagai ketua Cada II. Ketua DPRa terpilih yaitu Karangan: H. Wandi Irawan, Gunung Putri: Alamin Saputra, Bojong Nangka: H. Andri Gunawan, Tlajung: M. Soim, Cicadas: Supadi, Wanaherang: Sudarto, Cikeas Udik: Karso, Nagrak: Heriwadi, Ciangsana: Zaenuri, Bojong Kulur: Afdhol.


Anngota Dewan DPRD Bogor yang sekaligus ketua DPD PKS Kab. Bogor, Eko Syaiful Rahman menyampaikan sambutannya bahwa PKS tidak dapat dpecah belah akan tetapi digembosi. Hal tersebut beliau sampaikan terkait kasus Stadion Olahraga oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang merupakan kader PKS. Eko menambahkan sebagai parpol maka kader harus paham soal politik meskipun PKS adalah partai dakwah. Sebagai parpol maka harus berkuasa sebagai contoh desa Bojong Kulur, mengupayakan mendapat kursi wakil bupati Bogor. Rencana pemekaran Bogor Timur menjadi issu yang harus dibawa DPRa dalam silaturahim tokoh. Pemekaran Bogor Timur diusung oleh PKS, jangan sampai finishing touch dipegang oleh orang lain.