GNP News. Setelah menjalani aktifitas Ramadhan 1436 H dengan kesibukan pribadi dan jamaah serta target-target yang harus dicapai, maka akhir dari tugas Panitia Ansyithoh Ramadhan adalah acara Halal Bihalal.
Acara yang diselenggarakan pada Ahad 08 Agustus 2015 bertempat di Aula Kecamatan Gunung Putri dihadiri oleh para Pengurus DPC Gunung Putri dan Ketua Ranting Desa seGunung Putri, menghadirkan Ketua DPD Kabupaten Bogor, KH. Ajid Muslim Lc.
Lantunan tilawah Al Qur'an oleh Jailani menyejukkan suasana meski acara dimulai pukul 13.00 wib. Lagu Indonesia Raya pun dikumandangkan membangkitkan semangat cinta tanah air dan dilanjutkan Mars PKS yang membangkitkan semangat berjuang demi keadilan dan kesejahteraan membangun Indonesia penuh berkah.
Ketua DPC Gunung Putri, Achmad Fathoni dalam sambutannya mengharapkan para kader Gunung Putri setelah melaksanakan aktivitas pribadi di bulan Ramadhan agar lebih menguatkan dalam tugas dakwah ke depan.
Dengan tema "Eratkan ukhuwah untuk optimalisasi kerja dakwah", pada mihwar siyasi ini Fathoni berharap kader PKS semakin kokoh dalam agenda dakwah ke depan. "Kader melihat pemimpin Partai (PKS) yang mendapat kasus di media massa ikut memvonis bahwa mereka sudah futur atau melakukan penyimpangan amanah. Jangan sampai ada ujian-ujian yg menimpa jamaah ini kita merasa down atau tidak semangat". "Jamaah yang tidak ada ujiannya maka diragukan niat jamaah tersebut, kalau niat sampai pencapaian pemilu maka pemilu selesai niat kita jg selesai." seru Fathoni.
Mengacu Musyawarah Cabang lalu, beberapa program para bidang sudah berjalan. Bahkan kini sudah terbentuk panitia pembentukan markaz dakwah DPC yang akan dibangun di desa Ciangsana, Dalam penutupan sambutannya, Ketua DPC mengingatkan untuk kesuksesan kerja-kerja dakwah, yaitu penambahan 1500 kader di 2015.
Inti Acara berupa Taujih atau pengarahan oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Kabupaten Bogor, KH Ajid Muslim Lc, Tiga point yang menjadi fokus beliau yaitu, pertama, Quwwatul Iman. Bahwa jalan dakwah itu panjang, godaan itu datang tiada henti. Setiap kader harus merasakan besarnya nikmat ini (jamaah), dan dipercaya dalam dakwah ini. Yakin atas pertolongan Allah SWT sebagaimana kekuatan iman Utsman bin Affan RA yang menginfakkan 1000 onta. Hingga ada yang menawarkan membeli dua kali lipat. Namun dijawab oleh Utsman, "sudah ada yang beli sepuluh kali lipat yaitu Allah."
"Kader harus yakin semuanya di tangan Allah. Tawakkal, masa depan Allah yg mengatur. Allahu maujud...Allahu maujud...Allahu maujud. Allah itu ada. Tidak ada yg kita risaukan." seru Ajid. "Sebagai kader harus bisa segalanya walau tidak punya segalanya. Asal ada kemauan dan keberanian.
Satu-satunya masalah adalah jika kita tidak masuk syurga. Segala penghalang masuk syurga harus disingkirkan." himbaunya.
Fokus kedua yang beliau sampaikan adalah Quwwatul ukhuwwah. Mencintai saudara. Di jaman Sahabat Rasulullah SAW yaitu antara muhajirin dan anshor merupakan puncak kecintaan persaudaraan. Yang rela memberikan harta hingga istri untuk saudara seiman. Kisah dua sahabat Rasulullah SAW, Salman Al Farisi dan Abu Darda juga memberikan teladan tentang kebesaran hati dalamm persaudaraan, Yang mana Abu Darda yang mendampingi Salman dengan niat meminang wanita mukminah justru lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Namun reaksi sahabat yang mulia ini (Salman) mengatakan , "Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
Dan fokus ketiga yang disampaikan KH. Ajid Muslim yaitu Quwwatul tadhyiyyah. "Sungguh luar biasa saudara kita (Kader PKS), dalam pemilukada serentak pada Desember ini, demi dakwah mereka siap maju mencalonkan diri, baik sebagai wakil atau pun kepala daerah, yang mana syaratnya jika mereka adalah Anggota Dewan maka harus ditinggalkan. Berani mengambil resiko yang belum pasti diraih dengan mengorbankan posisi mereka yang sudah pasti, yaitu Anggota Dewan," ujar Ajid. Dakwah ini tidak akan terwujud jika tidak adanya pengorbanan yang merupakan Rukun Baiah jamaah ini. Tiga fokus taujih oleh KH. Ajid Muslim dan ditutup dengan do'a.
Setelah istirahat sholat Ashar, acara dilanjutkan laporan panitia Ansyithoh Ramadhan, Rukman dan panitia ziswaf, Dedi Lilianto serta informasi terkait dana bantuan untuk Desa oleh Kepala Desa Bojongkulur, Firman Riansyah.
Gallery photo halal bihalal



