Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
ini ada sebuah analisa dr ust kita di sumbar. Semoga ada manfaatnya
Kalau melihat waktu penahanan Gubernur Sumut berserta istri yang hanya 20 hari, rasanya beliau masih belum cukup bukti sebab ada batas waktu penahanannya dan masih diperlukan bukti yang cukup (itupun jika ada bukti atau bukti yang dipaksakan). Apalagi rasanya aneh jika Gubernur Sumut begitu cepat dinonaktifkan dibandingkan dengan Atur Gubernur Banten yang sempat memimpin pemerintahan dari dalam penjara. Terlihat seperti ada skenario besar dibalik semua ini. Sebenarnya saya ingin menyatakan bahwa sengaja pak Gubernur Sumut beserta istri ditangkap KPK untuk waktu 20 hari agar kasus "korupsi" Gubernur Sumut yang dibahas media terus menerus selama 20 hari akan menutupi kasus Tolikara yang hangat dibicarakan masyarakat dan dapat menimbulkan tingkat emosional yang tinggi. Kasus Tolikara tidak akan terhukum para pelakunya karena media telah dialihkan perhatiannya pada kasus Gubernur Sumut. Artinya bahwa kasus Tolikara harus segera ditutup karena menguntungkan pihak muslimin dan merugikan pihak Nasrani dan Yahudi. Apalagi ditambah dengan informasi yang berkembang di Media Sosial tentang laporan BPK yang menyatakan Pemda DKI tidak dapat melaporkan penggunaan anggaran sebesar 200-an Milyar dan desakan masyarakat di Media Sosial agar KPK segera memeriksa Ahok (kok telat Ahok diperiksa, KPK apa kabarnya). Datangnya Erdogan dan pidatonya yang menegaskan keberpihakannya terhadap kelompok Islam dan menentang islamphobia semakin mendesak pergerakan pihak Nasrani, Yahudi dan mereka yang anti Islam di Indonesia serta dikhawatirkan dapat meredam semangat anti Islam (Islamphobia). Maka untuk menutupi semua itu dan demi eksistensi ketakutan terhadap Islam (Islamphobia tetap bertahan) sehingga diperlukannya kasus yang levelnya setara besar dengan Tolikara dan aksesnya merugikan kaum Muslimin secara psikologis dan agar semangat juang muslimin menjadi hancur dan masyarakat tidak percaya terhadap calon pemimpin muslim (kaitkan dengan pemilukada serentak).......... Jadi janganlah buru2 ikut menghukum saudara muslim mu dan antisipasi lah skenario menghancurkan Islam......
"Astaghfirullah, memalukan, inikah Partai dakwah, Dakwah porno? Dakwah korupsi? dulu PKS, sekarang gak respek lagi"
Komen diatas dari seseorang yang memberi comment di akun facebook ane. Apa jawaban ane? sebagai kader ecek-ecek alias kelas teri yang hidup di dusun alias grass root, yang menyadari betapa kecilnya peran diri ini dibanding para qiyadah dengan segudang amanah, inilah yang ane jawab:
Inikah partai dakwah? YA. 100% KAMI TAK PERNAH SANGSI. Kok ada yg berbuat begitu? Husnudzon di awal, itu perintah Allah dan tuntunan Nabi. Kalo memang terbukti? hukum yg akan bicara. Apa ada orang yang tidak pernah berbuat salah?
Menodai partai dakwah? KALO TERBUKTI, noda itu tinggal dibersihkan. Kalo tdk bisa dibersihkan? diamputasi (pecat). Dan tanpa gembar-gembor, PKS sudah banyak menjatuhkan sangsi kepada kader-kadernya yang terbukti melanggar AD/ART dan etika.
Memalukan kami? TIDAK. Tapi sbg pembelajaran bg kami, YA! Kenapa harus malu u/ mengakui dan bertobat KALO ITU TERBUKTI SALAH? Hanya iblis yang sombong untuk mengakui kekeliruan diri.
Gara2 begini kami jadi berhenti? TIDAK. TAKKAN PERNAH. Krn dakwah ini tidak ditentukan satu dua orang. Bahkan seandainya semua meninggalkan arena dakwah, kami tlah ber'azam takkan pernah meninggalkan jalan dakwah ini. Kami berdakwah bukan u/ berharap puja puji atau takut dicaci. Allah-lah tujuan kami. Kalo ada yg bersalah diantara kami, Allah pula sudah memberi guide: BERTOBAT dan dimaafkan atau KALO TDK MAU BERTOBAT sungguh azab Allah sangat pedih hanya dibanding caci maki!
Mungkin komen ane ini ada yang akan mengomentari: "kasihan kader lapisan bawah yang ikhlas berjuang dan tsiqoh pada qiyadah, tapi qiyadahnya sudah pada menyimpang, hidup bergelimang dunia". Saya akan katakan: "Kasihinilah dirimu sendiri, yang hidup bergelimang prasangka dan dusta. Kasihinilah dirimu sendiri, yang lebih memilih menyendiri diterkam srigala dibanding teguh dalam jamaah penuh berkah, kasihinlah dirimu sendiri yang tiada henti sibuk mengorek orang lain tapi melupakan aib diri sendiri".
Hasbunallah wani'mal wakil... kami yakin semua sudah dalam skenario Allah, tak ada satupun yang kebetulan semata. Cukuplah Allah bagi kami...
Bersiap siagalah!....
Ajakan Untuk Tidak Berbicara Tanpa Ilmu tentang Tuduhan Kasus Suap Gubernur SUMUT
Penetapan pak Gatot menjadi tersangka tentu menghenyakkan kita. Asumsi-asumsi muncul. Bukan saja perihal penetapan tersangka dan keterlibatan pak Gatot, tetapi juga tentang poligami beliau. Respon yg besar kemungkinannya untuk muncul adalah terburu-buru mengatakan: "ini konspirasi". Masalahnya, kita tidak tahu apa yang kita bicarakan. Menuduh yang tidak-tidak, bermasalah. Membela di sosmed pun akan bermasalah. Maka saya mengajak teman-teman sekalian, untuk mengambil sikap adil dan nan elegan menyikapi hal ini. Katakan tidak tahu jika tidak tahu. Jika terbukti bersalah di pengadilan; katakanlah, "that is not in my name". Jika tidak, apalagi menang pra peradilan, mari kita bantu pemulihan nama baiknya. Ini bukan kiamat bagi gerakan tarbiyah, tetapi jelas jadi mega tamparan bolak balik buat kita untuk berbenah; benar-benar berbenah.
Semoga Allah menjaga kita dalam hidayah.
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.




