Sabtu pagi kukunjungi Mak Adit penjual nasi uduk untuk biaya hidupnya juga 2 orang anaknya yang masih sekolah. Seorang Janda yang tegar.
Ini nenek Radit penjual pakaian bekas. Hidupnya numpang di rumah mantunya yang putus bekerja. Tatapan senang sekaligus terharu terlihat di wajahnya.
Nenek Alwi saya memanggilnya. Wajah tua mata buram tak menyurutkan kakinya untuk mencari barang-barang bekas yang bisa ditukar dengan uang untuk kebutuhannya dan 1 cucunya.
Nenek bersahaja dan istiqomah saya memandangnya. Ucapan do'a dan harapan keluar dari lisannya semoga PKS tetap jaya.
~Sri Haryanti / Sipuan Wanaherang~








