وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ





Rumah Baca Leutik : Jadikan Membaca Sebagai Sebuah Kebutuhan


Membaca, selain penting ternyata juga bisa sangat mengasyikkan. Bagaimana tidak, membaca adalah jendela dunia. Meskipun belum menjelajah seisi dunia, kita bisa lebih dulu tahu apa saja tentang bumi yang kita pijak ini, hanya dengan membaca. Ada juga yang mengatakan, membaca ibarat bermimpi dengan mata terbuka. Wah, keren kan! Sayangnya, minat baca masyarakat masih sangat rendah.  Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Riset berbeda bertajuk "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. 

Hal ini juga terjadi terhadap anak-anak yang berada di sekitar lingkungan Nagrak. Melihat fenomena itu, tergeraklah ibu-ibu UPKK Nagrak untuk mendirikan Rumah Baca Leutik, yang diharapkan  akan menstimulus mereka untuk mulai membaca, gemar membaca dan akhirnya menjadikan membac asebagai sebuah kebutuhan. Tidak hanya anak-anak, remaja dan orang dewasa pun juga bisa memanfaatkan bahan bacaan yang ada di Rumah Baca Leutik. 





Rumah Baca Leutik diresmikan bersamaan dengan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) pada tanggal 30 April 2017 di Nagrak RT 02 RW 03. Acara diisi dengan lomba mewarnai, lomba mendongeng dan dongeng islami oleh Ka Bibin. Anak-anak sangat antusias mengikuti acara demi acara. Orang tua yang hadir pun sangat menikmati ragam acara yang disajikan, terlebih saat dikenalkan dengan senam kiropraksi untuk mengatasi syaraf terjepit. 

Alhamdulillah, satu ikhtiar untuk berperan dalam memperbaiki kondisi masyarakat telah ditunaikan. Tetap teguh, semangat berkhidmat untuk Indonesia !