وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ





Dakwah Sekolah Jangan Terhenti

Ilustrasi - Mentoring Siswa SMA (flickr.com/array064)

Oleh: Pramana Asmadiredja (Kader PKS Jakarta Selatan)

Dakwah sekolah adalah media dakwah yang digulirkan di kalangan pelajar, khususnya di lingkungan sekolah. Obyek dakwah sekolah tidak saja siswa itu sendiri, melainkan seluruh elemen yang ada di sekolah. Namun, sekali lagi sasaran utama dari pembinaan adalah para siswa dan siswi.

Dakwah sekolah sangatlah penting dan prospektif. Hal itu karena obyek utama dari dakwah sekolah ini adalah para siswa siswi, yang merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan. Dilihat dari kondisi para siswa yang kian hari kian memprihatinkan, sudah seharusnya para kader dakwah tergerak untuk menyelamatkan mereka. 

Mengapa Dakwah Sekolah??

Menurut Mas Nugroho Widiyantoro, penulis Buku Panduan Dakwah Sekolah Era Baru, ada tiga alasan mengapa harus menggarap dakwah di sekolah. Diantaranya:


1. Efektif
Sebab di sekolah adalah kumpulan anak-anak remaja/pemuda. Dan mereka masih sangat polos untuk dibentuk seperti apa pribadinya. Menanamkan aqidah dan nilai moral jauh lebih mudah dikalangan muda dibanding kalangan tua dengan asam garam kehidupan mereka. Usia muda juga masa emas dalam rangka mencari ilmu pengetahuan dan agama. Pelaksanaan pembinaan dini jauh lebih efektif sejak remaja usia sekolah. Dan pembinaan dini sudah lebih dahulu dilakukan di negara-negara muslim lain. Kita dapat ambil contoh bagaimana pembinaan yang dilakukan kepada bocah-bocah Palestine.

2. Masif atau Massal
Jumlah populasi pelajar sangatlah banyak dan tersebar di seluruh pelosok negeri kita. Populasi pelajar jauh melebihi jumlah mahasiswa. Dengan jumlah yang sangat banyak ini bisa dibayangkan pentingnya mereka. Dan jika dakwah sekolah dilakukan maka jumlah perubahan ke arah moralitas yang baik akan masif pula

3. Strategis
Sebab pelajar akan banyak mensuplai orang-orang masuk ke dalam dunia kampus dan kerja nantinya. Dan kita tahu output dari suplai tersebut mereka akan berada di posisi seperti birokrat, ekonom, politikus, pengusaha, artis, karyawan dsb. Sehingga jika dakwah sekolah yang masif tadi kemudian berhasil dilaknakan kehidupan yang islami dapat terwujud di segala lini. Negeri ini menjadi negara Islami secara tidak langsung lewat pribad-pribadi masyarakatnya.


Namun, hal yang cukup sulit adalah, ketika kita melakukan kegiatan perekrutan pelajar. Secara syiar dakwah, rata-rata kegiatan yang diadakan mendapat animo yang besar dari peserta dan terbilang sukses. Sehingga tindak lanjut berupa follow up dari acara yang diadakan sangat penting dilakukan. Dari sekian banyak peserta yang terekrut, berapa kader yang siap untuk menjadi pembina bagi mereka? Hal inilah yang harus menjadi perhatian serius buat mereka yang terjun kedalam dunia dakwah sekolah. 

Lalu solusi apa yang harus diambil untuk melahirkan generasi penerus ?

Pertama, struktur dakwah di wilayah sekolah terkait harus menjadikan media dakwah sekolah ini sebagai prioritas utama yang harus dijalankan. Struktur dakwah di mana sekolah itu berada memiliki peranan penting sebagai pihak yang men-support, menyatukan simpul-simpul koordinasi semua elemen kader, memantau, dan mengevaluasi berjalannya program dakwah sekolah. Sementara, juru dakwah lebih berperan sebagai eksekutor yang sederhananya tinggal menjalankan program yang digulirkan. 

Kedua, mentalitas para kader dakwah dengan menggenjotnya agar siap membina, dalam hal ini membina pelajar. Hal itu bisa dilakukan dengan menyosialisasikan program dakwah sekolah ke seluruh unit pembinaan kader hingga seluruh kader dakwah di bawahnya. Tentunya keberlangsungan program dakwah sekolah menjadi tanggung jawab seluruh kader. 

Namun, semua itu kembali kepada kita semua, para juru kader. Untuk hasil besar, kerahkan seluruh usaha kita untuk menyukseskan program dakwah sekolah di wilayah kerja masing-masing. Hasil yang didapat bukanlah ibarat sekarang menanam, besok langsung panen. Hasil konkretnya baru dapat dirasakan sekitar 4-5 tahun ke depan dan seterusnya. 

Dakwah tidaklah berpegang pada prinsip kapitalisme yakni dengan modal sekecil mungkin, berusaha mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Namun, dakwah bicara seberapa kerja keras dan ikhlas berjuang. Hasilnya, langsung dari Allah yang tidak pernah kita duga. 

Mungkin saja, dakwah sekolah hanya merupakan sebagian elemen dari dakwah secara keseluruhan, namun hal ini harus menjadi fokus para juru dakwah, tanpa mengabaikan fokus kita pada dakwah secara keseluruhan.


Wallahu’alam