Siapa yang tidak kenal TEMPE , makanan asli khas Indonesia, makanan yg terbuat dari kedelai ini mengandung protein tinggi, tak heran dlm sejarah di sebutkan rakyat Indonesia ketika masa penjajahan menjadi rodi dan romusha tetap kuat hanya dgn makan tempe. Tempe ini sdh dikonsumsi di Jawa terutama, oleh nenek moyang kita. Membuat tempe ternyata sederhana dan mudah, bisa dibuat oleh siapapun. Bahan baku dan peralatannya ada di sekitar kita.
Pos Ekonomi (POS EK) Siepuan DPC Gunung Putri telah melaksanakan Pelatihan Pembuatan "Green Tempe" , hari Minggu 28 Februari 2016 di Citra Grand. Bersama Trainner Endang Widiarsih, S.Pd.i ( Delegasi peserta Siepuan DPC Gunung Putri pada " Pelatihan Pembuatan GREEN TEMPE". Minggu 30 Januari 2016 ,di Hotel Amaris Bogor. )
Menarik untuk diikuti, Trainner Endang, memaparkan bagaimana pembuatan tempe yang satu ini, disebut "green tempe" karena pembuatan tempe yang hemat air, energi dan ramah lingkungan. Pembuatan tempe ini hygenis berbeda dengan pembuatan tempe konvensional yg banyak diketahui menggunakan air yg kotor dan pengolahan proses yang tidak hygenis. Pelatihan yang diikuti 28 org peserta dari sepuluh dpra se-Gunung Putri ini antusias diikuti oleh seluruh peserta, pelatihan yang berlangsung kurang lebih 4 jam ini diawali dengan pemaparan materi penjelasan seputar tempe, bahan baku serta alat yang dipergunakan. Bahan baku nya disebutkan amtara lain, kedelai, inokulum ( bakteti lactobassilus sp.), air bersih,dan ragi. Kemudian dilanjutkan dengan praktek. 
Berikut langkah -langkah kerja pembuatan tempe, secara singkat yg disampaikan oleh Trainner Endang : pertama, Perendaman. Kedelai direndam slm 2-3hari , 1kg kedelai dgn 3ltr air bersih diberi inokulum (bakteri lactobasilud sp.) 20cc. Kedua, Pengelupasan Kulit kedelai. Menggunakan mesin atau manual. Ketiga, Pengukusan. Selama 20-30 menit. Keempat, Pencucian. Mencuci dgn menggunakan air yang tidak mengandung kaporit, dicuci bersih sampai bau asam hilang. Kelima, Penirisan. Dianginkan di atas tampah bambu dgn kipas. Keenam, Peragian. Menggunakan ragi yg masih baik dan murni. Ketujuh , Pembungkusan. Dengan menggunakam daun atau plastik yg diberi pori. Kedelapan, Panen. Dilakukan di hari ketiga jika kondisi ideal. Tempe siap di konsumsi.
Adapun limbah dari perendaman tempe ini bisa digunakan sebagai prebiotik untuk ternak dan sbgi pupuk cair bagi tanaman.
Pelatihan pembuatan tempe ini menjadi penting, karena tempe ini dikonsumsi banyak orang baik lokal maupun manca negara, memberi kesempatan kepada siapapun untuk memproduksi tempe dengan skala rumahan, selain bisa dikonsumsi sendiri juga bisa menambah income ekonomi keluarga. Apalagi jika dibuat dengan skala besar dapat menjadi peluang wirausaha. Setelah mengikuti pelatihan "green tempe" siap jadi juragan tempe, "kata bu Endang. Yuk siapa yang mau??
"Usaha apakah yang Bagus? Usaha yang bagus adalah usaha yang DIMULAI. " (Bob Sadino)
Bogor,290216 aniesh410



