Moment besar itu, masih ingatkah wahai para suami? Saat itu, jantung berdegup kencang, keringat dingin bercucuran, kau berusaha menata hati agar bisa melafalkan rangkaian kata dengan tenang.
Moment itu, saat akad kau lantunkan, status perjakamu berubah menjadi seorang suami. Dan status gadisnya berubah menjadi seorang istri.
Tali pernikahan dalam Islam adalah sebuah ikatan yang kokoh yang menjalin pasangan suami istri dalam rangka menggapai jalinan rumah tangga yang penuh cinta dan kasih sayang. Allah menyebut hubungan pernikahan itu dengan istilah mitsaqan ghalizhan (tali perjanjian yang kokoh). Seperti yang tersurat dalam firman-Nya yang artinya:
“Dan mereka (istri-istri) kalian telah mengambil dari kalian sebuah tali perjanjian yang kokoh (mitsaqan ghalizha).” (An Nisaa’: 21)
Ya, perjanjian agung itu adalah janji seorang suami kepada Rabb semesta alam untuk bersama mengarungi samudera kehidupan. Berjanji bersama seseorang untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Berjanji untuk tidak menyakiti dan senantiasa menyayanginya,,,
Hari itu kau terima tongkat estafet dari orangtuanya. Artinya kau siap untuk meneruskan mendidiknya agar terus berjalan prosesnya menjadi wanita yang kelak akan menjadi penghuni surga.
Muliakan istrimu, wahai para suami. Sebagaimana sebelum menikah denganmu, orangtuanya begitu memuliakan, dipenuhi segala kebutuhannya
Penuhi hidupnya dengan cinta dan kasih sayang yang tulus, sebagaimana saat kecil, remaja dan menginjak dewasa, orangtuanya begitu tulus mencurahkan cinta dan kasih tanpa batas. Jangan sekali pun memarahinya, karena sejatinya istrimu makhluk yang lemah yang tak terbiasa mendengar marahan dan omelan sebelumnya dari orangtua.
Ingatkanlah istrimu dengan penuh kelembutan, karena ia hanyalah tulang bengkok yang harus dengan penuh hati-hati dalam mengingatkannya. Jangan sekali pun memaksakannya karena tulang itu akan patah.
Nahkodai kapal rumah tanggamu dengan penuh rasa optimis. Pimpin istri dan anak-anakmu dengan bijak. Kedepankan selalu keteladanan; teladan untuk menegakkan salat 5 waktu di masjid, teladan dalam akhlak dengan orang di sekitarmu, teladan dalam kesungguhanmu dalam mencukupi nafkah keluargamu, teladan dalam ketegaranmu dalam menghadapi segala ujian hidup.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Rum: 21)Wahai para pria yang akan menjadi suami dan sudah menjadi suami, selamat berusaha menjadi suami yang sholeh dan terus menularkan kesholehannya kepada istri, anak, dan orang-orang di sekitar.
By Enny Musfiroh Setyarini
Tayang di Bernas.id




