
Baiti jannati. Rumahku surgaku. Itulah yang sejatinya harus kita perjuangkan ketika mewujudkan rumah tangga. Rumah yang penuh kebahagiaan, yang penuh ketentraman dan penuh dengan amalan sholeh sebagai sarana membekali hidup agar bisa meraih jannah di hari akhir nanti.
Sudahkah kita mewujudkan rumahku surgaku? Sudahkah penghuni rumah menegakkan kewajiban terhadap Rabb-Nya? Sejauh mana anggota keluarga melaksanakan kewajiban salat, puasa, zakat fitrah? Dan sejauh mana juga dalam menghidupkan sunnah-sunnah Rasul-Nya?
Pada dasarnya semuanya harus dimulai dari kita masing-masing. Rumah yang dihiasi dengan Al Qur'an bukan sekedar rumahnya penuh koleksi Al Quran atau dindingnya dipenuhi kaligrafi. Bukan, bukan sekedar itu. Tapi, lebih bagaimana Al Quran terinternalisasi dalam rumah. Anggota keluarga harus menjadikan rumahnya untuk aktifitas-aktivitas Qur'ani.
Dengan cara apa?
1. Tilawah
Hendaknya tilawah ini menjadi agenda rutin setiap keluarga. Sabda Nabi Muhammad SAW: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).
2. Menghafal
Generasi muda dan setelahnya yang ternyata membawa perubahan besar pada semangat orangtua untuk mengajarkan dan membiasakan menghafal sejak dini. Sabda Nabi Muhammad SAW: “Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih). Beberapa tips untuk menghafal diantaranya
a. Niat yg kuat karena Allah
b. Tahsinul sebelum tahfidzul
c. Jalani prosesnya dengan enjoy
d. Menjadikannya mega proyek seumur hidup
3. Mentadaburi
Ternyata, tidak cukup kita hanya sekedar membaca dan menghafalnya. Sebagai masyarakat awam yang kurang paham bahasa Arab, kita perlu mentadaburi kandungan yang terkandung dalam Al Qur'an agar memahami apa yang kita baca, kemudian melaksanakan apabila diperintahkan dan menjauhinya apabila berupa larangan.
“Siapa saja membaca al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya, ‘bagaimana dipakaikan kepda kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘karena anakmu telah membawa al-Qur’an”. (HR. Al-Hakim).4. Menghiasi akhlak Qur'ani
Penanaman akhlak ini harus dilakukan sejak sedini mungkin. Saat hamil, saat menyusui, bahkan saat menidurkan senantiasa diperdengarkan Al Qur'an. Kemudian saat kanak-kanak, harus terus dibiasakan dengan berbagai akhlaq yang diajarkan Al Qur'an, agar nantinya menjadi kebiasaan yang baik.
Tidak ada kata terlambat. Ketika ada tekat yang kuat insya Allah ada jalan yang mudah di depan mata untuk mewujudkan itu semua. Semoga kita bisa memulai dan mempertahankan konsep ini, agar rumah kita menjadi rumah yang penuh ketenangan dan ketentraman.
By Enny Musfiroh Setyarini



