وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ





Tahan Jari Untuk Tidak Menyebarkan Berita Hoax! Inilah Rumus Mudahnya

Era berkembangnya teknologi, diiringi pula dengan era keterbukaan informasi. Berbagai informasi akan mudah kita terima atau kita sebarkan dengan begitu mudahnya. Dengan gadget di tangan, semua informasi bisa kita dapatkan dengan mudah. Dampak keterbukaan informasi ini juga tidak saja dirasakan oleh generasi zaman now, tapi ternyata juga dirasakan oleh zaman orangtua kita. Mereka penuh antusias mau belajar menggunakan WhatsApp dan media sosial lainnya.

Satu hal yang disayangkan, mereka terkadang menelan mentah-mentah informasi yang datang melalui pesan berantai, dan kemudian menjadi penyebar pesan tersebut. Padahal pesan-pesan tersebut belum tentu benar keberadaannya. Miris juga penyebar berita hoax bisa jadi adalah kita dan orang-orang dekat di sekitar kita. Bahasa yang meyakinkan dan ditambah pula dengan dokumentasi foto yang entah kapan diperolehnya, yang ternyata bisa jadi dokumentasi itu sudah lama sekali.

Berita hoax masih menjadi PR besar di negeri ini. Berita hoax atau bohong ini lebih cepat menyebarnya dibandingkan berita bantahan atau klarifikasinya. Menyebar berita begitu mudah. Cukup tekan tombol “share” maka berita langsung tersebar secara masif.

Untuk itu, kita perlu memulai bijak dalam menerima setia informasi. Dan tidak lupa pula memberikan edukasi kepada orangtua, tetangga atau teman kita terutama yang baru berkenalan dengan teknologi agar lebih berhati-hati dalam mengelola setiap informasi yang diterima.

Tips mudah ketika mendapat berita di sebuah media sosial adalah sebagai berikut:
1. Baca baik-baik dan telaah kebenarannya
2. Tahan untuk tidak mem-broadcast-nya, dan
3. Cari link berita aslinya.

Harus selalu hati-hati dalam menyebarkan sebuah berita yang belum jelas kebenarannya (hoax) dan juga ngga begitu saja mempercayainya. Itu rumus paten yang harus diperhatikan kita semua. Jika mendapat informasi melalui pesan berantai, cobalah untuk membuka link diberita lainnya untuk meyakinkan kebenarannya. Semoga kita terbebas  dan terjauhkan dari penyebar fitnah.

Penulis :  Enny Musfiroh Setyarini